Terapi Warna Untuk Meningkatkan Mood

Posted by Admin | 7:37 AM
Pernah dengar tentang terapi warna, kan? Nah, warna pakaian yang kita kenakan bisa 'membangun' mood kita!

Merah
Biasanya memberikan respons psikologis berupa energi, kehangatan dan selalu dihubungkan dengan vitalitas, ambisi tapi juga kemarahan. Warna merah dapat menambah tenaga dan memiliki daya penyembuh pada penyakit yang berkaitan dengan darah dan sirkulasinya. Namun terlalu banyak warna merah dalam lingkungan akan menimbulkan perasaan mudah marah, nggak sabar, dan nggak nyaman.

Hijau
Akan memberikan respons psikologi berupa rasa sehat, keberuntungan dan pembaharuan. Warna ini juga mempunyai daya tarik yang kuat dengan lingkungan, membantu kita berempati dengan sesama dan dengan alam. Secara naluriah kita akan mencarinya ketika mengalami stres atau trauma emosional. Warna ini menimbulkan rasa nyaman, rileks, kalem, mengurangi stres, menyeimbangkan dan menenangkan emosi.

Putih
Warna yang betul-betul suci. Putih adalah warna perlindungan yang membawa damai dan perasaan nyaman, meredakan shock dan keputusasaan, serta membantu membersihkan emosi, pikiran, dan jiwa.

Cokelat
Memberikan kesan natural sehingga akan terkesan lebih dewasa, menambah rasa nyaman dan cenderung cocok untuk semua warna kulit.

Ungu
Menimbulkan efek 'dalam' pada jiwa dan telah digunakan dalam psikiatri untuk membantu menenangkan pasien yang menderita sejumlah gangguan mental. Warna ini menyeimbangkan pikiran dan membantu menghilangkan obsesi dan rasa takut. Warna ungu memberikan efek psikologis berupa ketenangan jiwa dan transformasi positif.


http://reallife65.blogspot.com

Read More..

Bookmark this post with:
 Digg  Digg  Del.icio.us  Technorati  Reddit  YahooMyWeb  SlashDot  Furl  BlinkList  Netscape  Ma.gnolia  Netvouz

Payudara Membusuk Usai Disuntik

Posted by Admin | 7:35 AM
* Derita Warga Singapura setelah Permak Tubuh di Batam

Ingin penampilan tubuh dan wajah menjadi lebih cantik dan tampan, beberapa warga Singapura justru mendapat bencana. Muncul bisul bernanah di tubuh mereka yang dipermak. Tapi beberapa pekerja seks di Batam mengaku tidak mengalami efek samping.

FEBI (27), seorang pekerja seks di kawasan bisnis Nagoya, mengaku tidak ada masalah setelah memperoleh treatment berupa injeksi botox dan Intense Pulse Light (IPL) pada bibir dan dagunya. Kini dia memiliki bibir yang sexy seperti milik aktris Hollywood Angelina Jolie. Dagunya pun menjadi lancip seperti punya artis Paramitha Rusadi. Febi mengaku semakin laris karena penampilan barunya yang lebih menawan.

Febi mengaku banyak pekerja seks di Batam melakukan hal serupa karena memang mereka ingin tampil lebih cantik terkait profesi mereka. “Saya tahu beberapa perempuan yang melakukan botox pada wajah mereka,”ujar Febi kepada wartawan koran Singapura, The Strait Times.

Mereka melakukan itu karena treatment botox manjur untuk menghilangkan kerutan-kerutan di wajah. Sehingga wajah mereka menjadi lebih kencang dan segar.

Tapi kondisi berbeda dialami sejumlah warga negara Singapura yang melakukan treatment serupa di Batam. Dua perempuan dan seorang laki-laki WN Singapura menyesal setelah bagian tubuhnya dipermak oleh “ahli kecantikan” di Batam.

Mereka mengira bahan yang disuntikan ke tubuh mereka merupakan zat yang aman dan bisa mempercantik penampilan. Mereka mengaku sang ‘ahli’ menginjeksi collagen dan sejenis hormon ke payudara. Haslnya, ternyata bencana yang diperoleh. Dua peempuan itu mengaku payudara mereka membengkak, tampak seperti bisul dan mengeluarkan darah.

Seorang pria juga datang ke klinik yang sama untuk mempermak dagunya serta mencetak lesung pipi agar mirip seperti John Travolta. Yang dia dapat
justru bengkak permanen yang sangat jelek pada dagunya.

Ada sebuah aestetic clinic di kawasan Tiban, Batam, yang biasa melayani orang-orang dari Singapura. Klinik inilah yang diduga melakukan praktik ilegal. Seorang korban bernama Asmah (nama samaran), kini harus menderita setelah menerima treatment dari ahli kecantikan bernama Nora Bima di Tiban, sejak tahun 2006 silam. Dia mengaku menerima lebih dari 50 injeksi ke tubuhnya dan menghabiskan uang sekitar 4.000 dolar Singapura.

Juli tahun lalu, Asmah merasakan sakit luar biasa di bagian payudara sebelah kanannya yang menerima suntikan hormon. Payudaranya membengkak dan pecah mengeluarkan darah. Akhirnya ia memutuskan melakukan operasi di sebuah rumah sakit di Singapura untuk mengobati bisul pada payudaranya. Asmah menduga bahwa bahan yang disuntikkan si ahli kencantikan itu bukanlah murni collagen tetapi telah dicampurkan dengan bahan lainnya.

Kondisi serupa dialami Lyn, warga Singapura lainnya. Setelah mendapat injeksi silikon, payudaranya membengkak dan bernanah serta mengeluarkan darah. Dia juga berniat merampingkan pinggang dan mengencangkan wajah dengan silikon dan botox. Dia sudah menghabiskan 2.000 sin dolar, tapi tidak ada perubahan apa-apa. Wajahnya malah semakin memburuk dan membengkak. “Saya hendak mempercantik diri tetapi justru penyesalan yang saya dapatkan,”keluh Lyn.

Dr Martin Huang, direktur dan konsultan operasi plastik di Cosmetic Surgery Clinic di Singapura mengatakan, orang Singapura ke Batam untuk mempercantik diri karena jauh lebih murah dibandingkan di Singapura. Sebab biaya menjalankan bisnis di Batam memang jauh lebih murah.

Namun dia mengingatkan agar warga Singapura memerhatikan keahlian dari dokter yang merawat mereka. Apakah benar-benar ahli atau tidak. Karena kesalahan dalam perawatan akan sangat berbahaya bagi pasien.

“Saya tidak mengatakan mereka menggunakan produk dengan kualitas yang lebih rendah. Tetapi ada beberapa pertanyaan yang harus mereka tanyakan,” katanya.(diolah dari The Strait Times)

Read More..

Bookmark this post with:
 Digg  Digg  Del.icio.us  Technorati  Reddit  YahooMyWeb  SlashDot  Furl  BlinkList  Netscape  Ma.gnolia  Netvouz

Ada-ada Saja, Dukun Hisap Kemaluan Pasien untuk Buang Sial

Posted by Admin | 7:39 AM
Majelis keselamatan negeri Selangor, Malaysia, mengidentifikasi, sebanyak 22 kumpulan ajaran sesat masih aktif bergerak di negara bagian itu dan salah satu yang populer dan aktif bergerilya adalah Gerakan Negara Islam Indonesia (GNII).

Sekjen Majelis Keselamatan Negeri Selangor Nasirrahman Saad Khiruddin mengatakan, aliran sesat itu melakukan kegiatan secara sembunyi-sembunyi dan sering berganti nama sehingga menyulitkan Jabatan Agama Islam Selangor (JAIS) mengambil tindakan, demikian harian Utusan Malaysia, Senin.

Dalam kesempatan itu, Nasirrahman mengungkapkan, ada seorang dukun (bomoh) di kawasan Ampang, Selangor, ditenggarai mengobati pasiennya dengan cara menghisap kemaluan pasien untuk membuang sial.

"Kami bersama JAIS kini sedang aktif dan serius menyelidiki aktivitas dukun penipu ini," katanya

Kumpulan aliran sesat yang populer saat ini Gerakan Negara Islam Indonesia, Black Metal, dan pertubuhan Al-Arqam yang kini memakai nama lain. Gerakan mereka tidak ada kantor pusatnya dan bergerak dalam masyarakat sehingga sukar bagi majelis keselamatan melakukan serbuan, ungkap Nasirrahman.

Menurut Nasirrahman, aliran sesat itu mampu memengaruhi kepercayaan penduduk kampung, termasuk golongan profesional. Hingga saat ini kami masih mengumpulkan bukti dan membuat pemantauan untuk mengambil tindakan.

"Kami tidak mau ajaran ini menular di kalangan umat Islam lain karena apa yang dipraktikkan jelas berbeda dan bertentangan dengan ajaran Islam," kata dia.

http://reallife65.blogspot.com

Read More..

Bookmark this post with:
 Digg  Digg  Del.icio.us  Technorati  Reddit  YahooMyWeb  SlashDot  Furl  BlinkList  Netscape  Ma.gnolia  Netvouz

Yang Perlu diketahui tentang Deja Vu

Posted by Admin | 7:44 AM
Hampir semua dari kita pernah mengalami apa yang dinamakan deja vu: sebuah perasaan aneh yang mengatakan bahwa peristiwa baru yang sedang kita rasakan sebenarnya pernah kita alami jauh sebelumnya. Peristiwa ini bisa berupa sebuah tempat baru yang sedang dikunjungi, percakapan yang sedang dilakukan, atau sebuah acara TV yang sedang ditonton. Lebih anehnya lagi, kita juga seringkali tidak mampu untuk dapat benar-benar mengingat kapan dan bagaimana pengalaman sebelumnya itu terjadi secara rinci. Yang kita tahu hanyalah adanya sensasi misterius yang membuat kita tidak merasa asing dengan peristiwa baru itu.

Keanehan fenomena deja vu ini kemudian melahirkan beberapa teori metafisis yang mencoba menjelaskan sebab musababnya. Salah satunya adalah teori yang mengatakan bahwa deja vu sebenarnya berasal dari kejadian serupa yang pernah dialami oleh jiwa kita dalam salah satu kehidupan reinkarnasi sebelumnya di masa lampau. Bagaimana penjelasan ilmu psikologi sendiri?

Terkait dengan Umur dan Penyakit Degeneratif

Pada awalnya, beberapa ilmuwan beranggapan bahwa deja vu terjadi ketika sensasi optik yang diterima oleh sebelah mata sampai ke otak (dan dipersepsikan) lebih dulu daripada sensasi yang sama yang diterima oleh sebelah mata yang lain, sehingga menimbulkan perasaan familiar pada sesuatu yang sebenarnya baru pertama kali dilihat. Teori yang dikenal dengan nama “optical pathway delay” ini dipatahkan ketika pada bulan Desember tahun lalu ditemukan bahwa orang butapun bisa mengalami deja vu melalui indra penciuman, pendengaran, dan perabaannya.

Selain itu, sebelumnya Chris Moulin dari University of Leeds, Inggris, telah menemukan pula penderita deja vu kronis: orang-orang yang sering dapat menjelaskan secara rinci peristiwa-peristiwa yang tidak pernah terjadi. Mereka merasa tidak perlu menonton TV karena merasa telah menonton acara TV tersebut sebelumnya (padahal belum), dan mereka bahkan merasa tidak perlu pergi ke dokter untuk mengobati ‘penyakit’nya karena mereka merasa sudah pergi ke dokter dan dapat menceritakan hal-hal rinci selama kunjungannya! Alih-alih kesalahan persepsi atau delusi, para peneliti mulai melihat sebab musabab deja vu ke dalam otak dan ingatan kita.

Baru-baru ini, sebuah eksperimen pada tikus mungkin dapat memberi pencerahan baru mengenai asal-usul deja vu yang sebenarnya. Susumu Tonegawa, seorang neuroscientist MIT, membiakkan sejumlah tikus yang tidak memiliki dentate gyrus, sebuah bagian kecil dari hippocampus, yang berfungsi normal. Bagian ini sebelumnya diketahui terkait dengan ingatan episodik, yaitu ingatan mengenai pengalaman pribadi kita. Ketika menjumpai sebuah situasi, dentate gyrus akan mencatat tanda-tanda visual, audio, bau, waktu, dan tanda-tanda lainnya dari panca indra untuk dicocokkan dengan ingatan episodik kita. Jika tidak ada yang cocok, situasi ini akan ‘didaftarkan’ sebagai pengalaman baru dan dicatat untuk pembandingan di masa depan.

Menurut Tonegawa, tikus normal mempunyai kemampuan yang sama seperti manusia dalam mencocokkan persamaan dan perbedaan antara beberapa situasi. Namun, seperti yang telah diduga, tikus-tikus yang dentate gyrus-nya tidak berfungsi normal kemudian mengalami kesulitan dalam membedakan dua situasi yang serupa tapi tak sama. Hal ini, tambahnya, dapat menjelaskan mengapa pengalaman akan deja vu meningkat seiring bertambahnya usia atau munculnya penyakit-penyakit degeneratif seperti Alzheimer: kehilangan atau rusaknya sel-sel pada dentate gyrus akibat kedua hal tersebut membuat kita sulit menentukan apakah sesuatu ‘baru’ atau ‘lama’.

Menciptakan ‘Deja Vu’ dalam Laboratorium

Salah satu hal yang menyulitkan para peneliti dalam mengungkap misteri deja vu adalah kemunculan alamiahnya yang spontan dan tidak dapat diperkirakan. Seorang peneliti tidak dapat begitu saja meminta partisipan untuk datang dan ‘menyuruh’ mereka mengalami deja vu dalam kondisi lab yang steril. Deja vu pada umumnya terjadi dalam kehidupan sehari-hari, di mana tidak mungkin bagi peneliti untuk terus-menerus menghubungkan partisipan dengan alat pemindai otak yang besar dan berat. Selain itu, jarangnya deja vu terjadi membuat mengikuti partisipan kemana-mana setiap saat bukanlah hal yang efisien dan efektif untuk dilakukan. Namun beberapa peneliti telah berhasil mensimulasikan keadaan yang mirip deja vu.

Seperti yang dilaporkan LiveScience, Kenneth Peller dari Northwestern University menemukan cara yang sederhana untuk membuat seseorang memiliki ‘ingatan palsu’. Para partisipan diperlihatkan sebuah gambar, namun mereka diminta untuk membayangkan sebuah gambar yang lain sama sekali dalam benak mereka. Setelah dilakukan beberapa kali, para partisipan ini kemudian diminta untuk memilih apakah suatu gambar tertentu benar-benar mereka lihat atau hanya dibayangkan. Ternyata gambar-gambar yang hanya dibayangkan partisipan seringkali diklaim benar-benar mereka lihat. Karena itu, deja vu mungkin terjadi ketika secara kebetulan sebuah peristiwa yang dialami seseorang serupa atau mirip dengan gambaran yang pernah dibayangkan.

LiveScience juga melaporkan percobaan Akira O’Connor dan Chris Moulin dari University of Leeds dalam menciptakan sensasi deja vu melalui hipnosis. Para partisipan pertama-tama diminta untuk mengingat sederetan daftar kata-kata. Kemudian mereka dihipnotis agar mereka ‘melupakan’ kata-kata tersebut. Ketika para partisipan ini ditunjukkan daftar kata-kata yang sama, setengah dari mereka melaporkan adanya sensasi yang serupa seperti dejavu, sementara separuhnya lagi sangat yakin bahwa yang mereka alami adalah benar-benar deja vu. Menurut mereka hal ini terjadi karena area otak yang terkait dengan familiaritas diganggu kerjanya oleh hipnosis.

reallife65.blogspot.com

Read More..

Bookmark this post with:
 Digg  Digg  Del.icio.us  Technorati  Reddit  YahooMyWeb  SlashDot  Furl  BlinkList  Netscape  Ma.gnolia  Netvouz

Inilah Handuk Bernuansa Mesum

Posted by Admin | 7:42 AM











Pintar banget perancang handuk ini !

spirit-zone.blogspot.com

Read More..

Bookmark this post with:
 Digg  Digg  Del.icio.us  Technorati  Reddit  YahooMyWeb  SlashDot  Furl  BlinkList  Netscape  Ma.gnolia  Netvouz

Inilah SPG Jepang Yang Sexy Dan Cantik

Posted by Admin | 7:47 AM
































































Foto - foto lengkap ada disini !

Read More..

Bookmark this post with:
 Digg  Digg  Del.icio.us  Technorati  Reddit  YahooMyWeb  SlashDot  Furl  BlinkList  Netscape  Ma.gnolia  Netvouz

Aneh, Bocah 5 Tahun Suka Makan Batu Bata

Posted by Admin | 7:50 AM
Ilham Nasir Firmansyah, bocah berusia lima tahun warga Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, yang rutin makan batu bata.

BATU bata tumbuk adalah menu tetap Ilham Nasir Firmansyah, bocah berusia lima tahun warga Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Kudapan tak lazim ini sudah jadi santapan Ilham selama setahun terakhir. Ilham sanggup menghabiskan satu batu bata tumbuk dalam empat hari.

"Satu batu bata bisa habis dalam empat hari. Sudah setahun dia begini," ujar Atin (35), ibunda Ilham, ketika ditemui di warung kelontongnya di Jalan Jembatan Selatan, Kebayoran Baru.

Ilham yang sore itu juga ada di warung tersebut, tak peduli dengan orang-orang di sekelilingnya. Dia asyik menjilati tangannya yang berlepotan dengan bubuk batu bata. Di depannya, terdapat beberapa piring plastik kecil berisi bubuk batu bata dan sebuah saringan. Bubuk berwarna merah itu juga belepotan di wajah si bocah. Untuk anak usia lima tahun, Ilham tergolong kurus dan kurang aktif. Ilham juga enggan berbicara. Bahkan, dia menyembunyikan wajahnya ketika Warta Kota hendak memotretnya.

Menurut Atin, bagi ilham, batu bata tumbuk sudah jadi makanan tetap seperti halnya nasi. Serbuk batu bata bukan sekadar cemilan atau makanan selingan. Bila orangtuanya tidak menyediakan batu bata tumbuk, Ilham bakal marah dan ngambek.

Ilham yang anak kedua, menurut Atin, sejak usia lima bulan menderita penyakit thalassemia. Sedangkan kebiasaan menyantap batu bata berawal ketika Ilham bersama orangtuanya mudik ke Kebumen, Jawa Tengah. Suatu hari, saat bermain pasir di halaman rumah kakek-neneknya, Ilham memasukkan segenggam pasir ke mulutnya.

Saat mengetahui hal itu, Atin memarahi Ilham. Namun, ketika kembali ke Jakarta, Ilham memiliki kebiasaan baru yakni menumbuk batu bata lalu memakan serbuk batu bata tersebut. "Kalau dilarang, ia malah ngamuk, ya sudah sekarang dikasih sekalian," katanya.
Ilham adalah anak kedua dari pasangan Atin-Nasiran (35), warga Gang Lima, Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sang kakak, Khotimah (15), tinggal bersama kakek-neneknya di Kebumen.

Nasiran yang buruh bangunan tak mampu membawa Ilham ke rumah sakit. Hingga Ilham berusia sekitar tahun, bocah ini rutin menjalani transfusi darah di RS Fatmawati, Jakarta Selatan. Namun, karena biayanya mencapai Rp 2,5 juta untuk sekali transfusi, Nasiran pun tak sanggup lagi. Dua tahun terakhir, Ilham dibawa berobat ke seorang tabib di Pondokgede, Bekasi. "Setelah dua tahun berobat di tabib, kondisinya sudah lumayan. Dia harus makan empedu bebek dan obat dari tabib itu," jelas Atin.

Atin berharap, pengobatan oleh tabib tersebut dapat membuat Ilham sembuh total dari penyakit thalassemia. Dalam seminggu, Ilham empat kali dibawa ke tabib tersebut. Menurut Atin, sang tabib juga tidak melarang Ilham mengonsumsi batu bata. Namun Ilham tetap saja menjilati bubuk bata mulai dari pagi, saat Atin buka warung, hingga Atin tutup warung sekitar pukul 19.00.

Saat ini Ilham belum sekolah. Atin, sembari menunggui warungnya, mengajari Ilham baca tulis. "Nanti langsung masuk SD saja, nggak usah TK," kata Atin. Atin hanya bisa berdoa dan berharap anaknya bisa segera sembuh dari penyakit thalassemia sehingga bisa tumbuh dan berkembang seperti anak lainnya.

Thalassemia

Di laman Perhimpunan Hematologi dan Transfusi Darah Indonesia (PHTDI) dijelaskan, thalassemia adalah penyakit yang disebabkan kekurangan salah satu zat pembentuk hemoglobin (Hb) sehingga produksi hemoglobin berkurang. Thalassemia adalah penyakit keturunan dengan gejala utama pucat, perut tampak membesar karena pembengkakan limpa dan hati, dan apabila tidak diobati dengan baik akan terjadi perubahan bentuk tulang muka dan warna kulit menjadi menghitam. (Ahmad Sabran) kompas

Read More..

Bookmark this post with:
 Digg  Digg  Del.icio.us  Technorati  Reddit  YahooMyWeb  SlashDot  Furl  BlinkList  Netscape  Ma.gnolia  Netvouz