Ilmuwan Prancis Berhasil Membuat Jantung Buatan

Posted by Admin | 8:08 AM
































































Hanya masalah waktu saja, kami yakin manusia akan membuat sesuatu yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya, seiring dengan kemajuan teknologi.

Para peneliti di Perancis telah berhasil membuat sebuah jantung buatan dari bahan plastik yang dapat berdetak layaknya sebuah jantung asli.”Jantung Plastik” ini menggunakan sensor elektronik untuk mengontrol detak jantung dan juga aliran darah yang mengalir ke dalamnya.

Walaupun belum pernah diuji coba di tubuh manusia, jantung buatan ini telah sukses diuji coba di seekor binatang mamalia besar.

Tentu saja, jantung buatan ini akan membuka peluang besar bagi manusia yang memang mempunyai jantung yang bermasalah tetapi di lain sisi, harganya yang mencapai US$ 192.140 (sekitar 2 milyar Rupiah) akan memberikan penyakit jantung yang baru.


Sumber berita

Read More..

Bookmark this post with:
 Digg  Digg  Del.icio.us  Technorati  Reddit  YahooMyWeb  SlashDot  Furl  BlinkList  Netscape  Ma.gnolia  Netvouz

Realitas Gadis Thailand dan Pelacuran

Posted by Admin | 8:20 AM
“Mister, what do you want?” begitulah kira-kira seorang puying (gadis) di bawah 18 tahun dengan bahasa Inggris pas pasan menyapa dua turis asing yang melintas di depannya di satu senja. Wajahnya lugu ndeso, berpakaian rapi agak dipaksakan modern; celana jeans dan T-shirt ketat yang hampir menutup pusarnya, berdiri kira-kira dua meter dari tempat kami nongkrong.

Mengapa gadis lugu di bawah umur tersebut terlibat dalam bisnis seks? Yang pasti kata Pataya dan puying adalah dua kata yang interconnectedness dan sangat dekat hubungannya dengan kemiskinan di Thailand. Tak hanya Pattaya sebenarnya yang menjadi tempat berlangsungnya bisnis seks. Masih ada daerah Patpong yang letaknya di downtown-nya Bangkok. Patpong disebut-sebut sebagai bisnis seks dengan omzet terbesar se Asia Tenggara. Sementara Pattaya adalah daerah otonomi khusus di sebelah utara Daerah yang terletak di sebelah utara Bangkok ini konon merupakan lokalisasi tertua.

Meningkatnya migrasi perempuan ke kota, khususnya pada industri seks dapat dikaitkan dengan ekspektasi kultur dan struktur ekonomi yang berkembang di negeri gajah ini. Di kultur masyarakat Thai, nilai tertinggi menjadi perempuan terletak pada jenis pekerjaan dan seberapa besar uang yang disumbangkan untuk keluarga dan saudara-saudaranya. Banyak studi melaporkan bahwa anak perempuanlah yang nyata-nyata banyak memberikan bantuan pada orang tua mereka. Sementara anak laki-laki cukup dengan kesediaannya menjalani hidup sebagai monk (biksu) minimal satu kali dalam kehidupannya sudah bisa membanggakan orang tua.

Dalam ajaran Budha, ketika anak laki-laki mengenakan baju kuning biksu dan orang tuanya menyentuhnya, maka kelak ketika mereka meninggal maka arwahnya akan pergi ke arwana. Ow, teman perempuan Thai saya menuturkan bahwa walaupun anak laki-laki tidak bekerja, asalkan mau menjalani hidup sebagai biksu, sehari saja, sudah disanjung keluarga. Berbeda dengan anak perempuan yang berapapun kebaikan yang dibuatnya, taruhlah mengirimkan semua jerih payahnya untuk kemakmuran keluarga, tetap derajatnya tidak lebih baik dari anak laki-laki.

Nilai-nilai patriarki sangat kental mengkonstruksi makna “menjadi perempuan Thai”, dimana lingkup kehidupan mereka hanya rumah dan desanya, wajib menjaga kesucian dan keperawanan sebelum menikah, dan sesudahnya dituntut untuk monogami. Sebaliknya menjadi laki-laki di masyarakat Thai adalah anugerah. Mereka senantiasa mendapatkan kesempatan dan malah didorong untuk bersosialisasi dengan kehidupan sosial di luar keluarga dan dimaklumkan dengan permisivitas seks. Ketika kewajiban-kewajiban sebagai perempuan Thai diterjemahkan dalam bahasa praktis yaitu membantu keluarga atau mensupport pendidikan saudara-saudaranya, bersamaan itu permintaan pekerja perempuan di kota semakin meningkat, dibarengi lunturnya nilai-nilai tradisional sebagai perempuan karena ketergantungan keluarga secara materi pada anak perempuan semakin meningkat, membuat pilihan migrasi tanpa proteksi dari anggota keluarganya dan dukungan orang tua menjadi tak terelakkan. Apalagi didukung terbatasnya lapangan pekerjaan bagi perempuan di desa-desa, serta rendahnya pendidikan yang mustahil mendatangkan pendapatan tinggi. Kondisi inilah yang membuat para perempuan mempersepsikan bahwa menjadi pekerja seks adalah pilihan satu-satunya yang bisa menghasilkan big money.

Jatuhnya pilihan perempuan pada industri seks secara historis ada kaitannya dengan tradisi dan situasi ekonomi politik internasional di Thailand. Dulu pada zaman pre komunis Cina, keberadaan rumah border diterima masyarakat sebagai bagian dari kehidupan sosial. Bahkan sampai sekarang para istri lebih merelakan suaminya “jajan” di luar ketimbang mempunyai istri simpanan. Karena hubungan dengan pekerja seks ádalah murni hubungan jual beli. Berbeda dengan mempunyai istri simpanan, yang akan melibatkan emosi, cinta dan hak waris. Pada tahun 1932 sampai berakhirnya perang dunia kedua 1945, Jepang berhasil menaklukkan Cina. Selama periode itulah perempuan-perempuan dipaksa untuk melayani seks tentara Jepang dan kebanyakan comfort women didatangkan dari Asia, salah satunya Thailand. Tahun 1967, Thailand sepakat menyediakan diri sebagai R&R (Rest and Recreation) spot bagi tentara Amerika selama perang Vietnam. Pada saat itulah booming prostitusi. Sekitar 400,000 perempuan terlibat bisnis seks yang kemudian ditelantarkan setelah perang usai dan akhirnya diambil alih oleh sektor wisata.

Dari sinilah kemudian prostitusi di Thailand menjadi bisnis berskala internasional dibawah naungan sektor wisata. Bagaimana mungkin pemerintah Thai menjadikan negaranya sebagai “rumah border” bagi Amerika? Jawabnya singkat saja “tentara Amerika butuh perempuan; dan Thailand butuh dolar,” tutur salah satu pejabat pemerintahan Vietnam Selatan. Kenapa bisnis seks masih tetap jalan sampai saat ini? Jawabnya, seperti layaknya industri multinasional yang lain, lahan ini mendatangkan keuntungan yang besar dengan membayar murah tubuh perempuan desa, lugu yang hanya berbekal pengalaman dadakan dan menempatkannya sebagai pekerjaan individu yang tidak perlu jaminan keselamatan formal.

Ap/reuters

Read More..

Bookmark this post with:
 Digg  Digg  Del.icio.us  Technorati  Reddit  YahooMyWeb  SlashDot  Furl  BlinkList  Netscape  Ma.gnolia  Netvouz

Tahukah Anda Kapan Pertama Kali Korek Dinyalakan?

Posted by Admin | 8:14 AM
Sebuah studi baru-baru ini menunjukkan manusia memiliki kemampuan menyalakan api untuk pertama kali sejak 790.000 tahun lalu. Kemampuan inilah yang membantu manusia melakukan migrasi dari Afrika ke Eropa.

Dengan menganalisis batu api yang ada di situs arkeologi di Yordania, para peneliti dari Hebrew University, Israel, menemukan bahwa peradaban awal manusia telah belajar menyalakan api. Ini merupakan suatu titik balik yang memungkinkan mereka mengarungi tempat-tempat yang tidak dikenal sebelumnya.

Sebuah studi yang dipublikasikan pada tahun 2004 menunjukkan bahwa manusia bisa mengontrol api, misalnya dengan memindahkannya melalui ranting yang terbakar, pada periode waktu yang sama. Namun dalam studi kali ini para peneliti mengatakan manusia jaman dulu ternyata sudah bisa menyalakan api dan tidak hanya mengandalkan pada fenomena alam seperti petir.

Ketidaktergantungan pada fenomena alam ini, menurut mereka, telah membantu manusia melakukan migrasi ke arah utara.

Studi yang baru saja diterbitkan di Quaternary Science Reviews ini memeriksa 12 lapis arkeologis di Gesher Benot Yaaqov di bagian utara Israel.

“Data yang baru menunjukkan ada penggunaan api yang berkelanjutan dan terkontrol pada banyak peradaban dan bahwa mereka tidak tergantung pada api alami,” ujar arkeolog Nira Alperson-Afil seperti dikutip Reuters.

Meski mereka tidak menemukan sisa-sisa korek maupun pemantik api, Alperson-Afil mengatakan pola geretan api yang ditemukan di tempat yang sama pada 12 peradaban berbeda merupakan bukti kemampuan mereka membuat api meski metode yang digunakan tidak jelas.

Karena situs itu terletak di lembah Yordania yang merupakan rute utama antara Afrika dengan Eropa, kata Alperson-Afil, hal itu menunjukkan adanya migrasi manusia.

“Begitu mereka menguasai api untuk melindungi diri mereka dari pemangsa dan menyediakan cahaya dan kehangatan, mereka cukup aman untuk berpindah dan mendiami wilayah baru,” ujarnya.

Reuters/AP

Read More..

Bookmark this post with:
 Digg  Digg  Del.icio.us  Technorati  Reddit  YahooMyWeb  SlashDot  Furl  BlinkList  Netscape  Ma.gnolia  Netvouz

Misteri Hilangnya Cincin Planet Saturnus

Posted by Admin | 8:24 AM
Para astronom amatir di seluruh dunia saat ini memperhatikan perubahan yang sama pada Saturnus: Cincin Saturnus yang lebar menipis menjadi garis tipis. Efrain Morales Rivera mengirimkan gambar berikut yang diambil dari halaman belakang rumahnya di Aguadilla, Puerto Rico.

“Cincin-cincin Saturnus telah menipis sekali dalam setahun ini”, katanya. Daerah Cassini atau Cassini Division (suatu daerah gelap dalam cincin Saturnus yang dinamakan Cassini) mulai sulit diamati. Fenomena yang sama terjadi empat ratus tahun lalu dan sempat memusingkan Galileo, sebagai orang pertama yang pada tahun 1610 menemukan cincin-cincin Saturnus melalui teropong primitifnya. Dia sangat tercengang ketika mendapati cincin-cincin tersebut menyempit sedikit setahun berikutnya.

Lalu, apa yang sebenarnya terjadi? Sekarang, kejadian yang sama adalah: kita mengalami suatu “pelintasan bidang cincin” (ring plane crossing). Ketika sedang dalam perjalanannya mengelilingi Matahari, Saturnus membelokkan cincinnya menjadi sejajar dengan garis pandang dari Bumi (edge-on) setiap 14-15 tahun sekali. Karena cincinnya yang sangat tipis, mereka bisa tidak teramati jika dilihat melalui teleskop kecil.

Dalam bulan-bulan berikut ini, cincin Saturnus akan menjadi semakin tipis sampai akhirnya mereka “hilang” pada 4 September 2009 nanti. Ketika hal ini terjadi pada 1612, Galileo mengabaikan studinya akan planet. Padahal, kita ketahui kemudian, saat-saat “pelintasan bidang cincin” seperti ini merupakan waktu yang baik untuk menemukan satelit-satelit dan cincin luar Saturnus yang baru. Selain itu, saat demikian juga merupakan waktu yang baik untuk melihat kutub utara Saturnus yang biru. Pada tahun 2005, wahana antariksa Cassini terbang di atas belahan utara Planet Saturnus dan menemukan bahwa langit di sana sebiru langit Bumi sendiri. Selama bertahun-tahun, hanya Cassini yang bisa menikmati pemandangan ini, karena dari Bumi, bagian atas Saturnus yang biru tertutupi oleh cincin-cincin Saturnus.

Galileo sendiri tidak pernah memahami sifat dasar alamiah dari cincin-cincin Saturnus. Dia tidak mengetahui bahwa mereka sebenarnya merupakan kumpulan satelit-satelit kecil yang mengorbit dalam bidang orbit piringan, berukuran dari debu hingga sebesar bulan kita (Kemungkinan cincin-cincin ini merupakan debris atau puing-puing dari satelit yang hancur, tetapi para ilmuwan sendiri masih belum yakin benar akan hal ini). Melalui teleskop abad 17-nya, cincin tersebut lebih menyerupai telinga atau semacam cuping planet.

Meskipun demikian, intuisinya mengarahkan Galileo untuk membuat prediksi yang tepat, bahwa cincin-cincin yang hilang ini akan kembali. Dan dia benar. Cincin Saturnus kembali tampak, dan para ilmuwan menyimpulkan penelitiannya. Pada tahun 1659, secara tepat Christiaan Huygens menjelaskan peristiwa menghilangnya cincin yang periodik selama terjadinya “pelintasan bidang cincin” atau “ring plane crossing” ini. Pada tahun 1660, Jean Chapelain mengatakan bahwa cincin Saturnus bukan merupakan benda padat, tetapi terbuat dari partikel-partikel kecil yang sangat banyak dan masing-masing mengorbit Saturnus secara independen. Selama dua ratus tahun, usulannya sempat tidak diterima secara luas, sebelum ternyata terbukti benar.
NASA
Cincin-cincin Saturnus sangat lebar tetapi juga sangat tipis. Para astronom menggunakan Teleskop Hubble untuk menangkap citra Saturnus dengan posisi cincin datarnya ini (edge-on) pada tahun 1995. Obyek terang seperti bintang pada bidang cincin yang terlihat pada gambar merupakan satelit-satelit es. Kredit Gambar : NASA

Tidak perlu bersedih hati dengan “musibah hilangnya” cincin Saturnus ini. Saturnus masih merupakan obyek yang indah untuk dilihat melalui teleskop yang kecil sekalipun. Malah, minggu ini sebenarnya merupakan minggu yang baik untuk mengamati Saturnus. Pada Selasa, 18 Maret dan Rabu, 19 Maret, Bulan yang hampir purnama dan Saturnus akan berada satu garis pada bagian yang sama di langit senja. Hal ini membuat Saturnus menjadi mudah dicari, tidak seperti biasanya. Setelah Matahari terbenam, lihatlah daerah sdi ekeliling Bulan, dan voila! Saturnus terlihat seperti “bintang emas” terang di dekat Bulan. Jika Anda melewati momen 18-19 Maret ini, coba lihat kembali 14-15 April. Bulan dan Saturnus akan berada berdekatan dan cincin Saturnus bahkan menjadi lebih sempit. minggu yang baik untuk mengamati Saturnus. Pada Selasa, 18 Maret dan Rabu, 19 Maret, Bulan yang hampir purnama dan Saturnus akan berada satu garis pada bagian yang sama di langit senja. Hal ini membuat Saturnus menjadi mudah dicari, tidak seperti biasanya. Setelah Matahari terbenam, lihatlah daerah sdi ekeliling Bulan, dan voila! Saturnus terlihat seperti “bintang emas” terang di dekat Bulan. Jika Anda melewati momen 18-19 Maret ini, coba lihat kembali 14-15 April. Bulan dan Saturnus akan berada berdekatan dan cincin Saturnus bahkan menjadi lebih sempit.

Read More..

Bookmark this post with:
 Digg  Digg  Del.icio.us  Technorati  Reddit  YahooMyWeb  SlashDot  Furl  BlinkList  Netscape  Ma.gnolia  Netvouz

Jam Teraneh di Dunia

Posted by Admin | 5:30 AM
Jam seharga 1 juta pounds yang dinamakan “pemakan waktu” diperkenalkan di Universitas Cambridge University oleh Professor Stephen Hawking. Hawking menjadi tamu kehormatan ketika jam unik yang tidak punya jarum maupun angka ditunjukkan di Kampus Corpus Christi.



Foto: Jam Corpus (internet)

Disebut jam teraneh di dunia, karena menampilkan belalang raksasa dan punya 60 celah di permukaannya yang mengeluarkan sinar untuk menunjukkan waktu.

Sang pembuat, John Taylor mengatakan dia “ingin membuat perhitungan waktu menjadi menarik”.

Jam Corpus itu akan ditempatkan di luar perpustakaan kampus itu dan bisa dilihat oleh masyarakat umum.

Belalang atau chronophage, yang berarti “pemakan waktu”, bergerak memutari permukaan dengan luas 1,2m itu, setiap langkahnya menandai satu detik. Pergerakannya memicu sinar biru yang menyebar di sepanjang permukaannya yang secara berkala berhenti di jam dan menit yang ditunjuk.

Tetapi jam itu baru akan menunjukkan waktu secara akurat setiap 5 menit, di sisa waktu lainnya, sinar lebih berfungsi sebagai hiasan.

Dr Taylor, 72 tahun, mendesain jam unik ini sebagai tribut untuk pembuat jam dari Inggris John Harrison yang memecahkan masalah garis bujur di abad 18.

Harrison also invented the grasshopper escapement - a tiny internal device that releases a clock’s gears at each swing of its pendulum.

Dr Taylor mengatakan, ”Jam biasa membosanka, saya ingin membuat yang menarik. Saya juga ingin melukiskan kalau waktu adalah sebuah penghancur, semenit berlalu Anda tidak bisa mendapatkannya lagi. Karena inilah kenapa belalang saya bukanlah seperti karakter Disney. Dia adalah makhluk ganas yang berputar di sepanjang detik menjulurkan lidahnya, membuka rahangnya, dan pada detik ke 59 dia menelan waktu.”

Komunitas Karo

Read More..

Bookmark this post with:
 Digg  Digg  Del.icio.us  Technorati  Reddit  YahooMyWeb  SlashDot  Furl  BlinkList  Netscape  Ma.gnolia  Netvouz

Inilah Film Fiksi Anak Kecil Jaman Jadul yang Ngetop

Posted by Admin | 8:28 AM
1. Goggle V


2. Gaban a.k.a Gavan


3. Megaloman


4. Zabogar


5. Lion Man Maru


6. Saint Seiya


7. Satria Baja Hitam


8. Hi-Men


9. Silver Hawk


10. Dash Yonkuro !!


11. Voltus

Read More..

Bookmark this post with:
 Digg  Digg  Del.icio.us  Technorati  Reddit  YahooMyWeb  SlashDot  Furl  BlinkList  Netscape  Ma.gnolia  Netvouz

Pertama di Indonesia, Bayi Tabung Kembar Empat

Posted by Admin | 8:25 AM
Empat bayi kembar lahir dari rahim seorang ibu yang menjalani operasi caesar di RS Efarina Etaham, Jalan Raya Bungursari, Purwakarta. Keempat bayi tersebut adalah hasil proses bayi tabung. Mereka anak pasangan dokter, yaitu Didit Widagdo (35) dan Vita (33). Didit dikenal sebagai spesialis bedah di rumah sakit tersebut, sedangkan Vita dokter di sebuah rumah sakit di Bandung.

"Proses persalinannya sekitar satu jam, melalui operasi caesar. Jenis kelamin bayinya, dua lelaki dan dua perempuan," kata Jeffry Panjaitan, dokter spesialis kandungan yang memimpin operasi caesar tersebut, kemarin. Menurut Jeffry, secara medis usia kehamilan sang ibu yang mencapai 34 minggu sudah cukup untuk melahirkan. Operasi dilakukan karena sang ibu sudah tak tahan lagi dengan kondisi perutnya yang semakin besar.

Jeffry menjelaskan, proses kehamilan tersebut direncanakan oleh pasangan Didit-Vita dengan cara bayi tabung. Kabarnya proses bayi tabungnya di Bandung. Biasanya, kata dia, orangtua bayi menanam lebih dari satu embrio di kandungan untuk jaga-jaga.

"Ternyata keempatnya hidup. Jadi baru kali ini ada kembar empat persalinan bayi tabung. Umumnya cuma dua," ujarnya.

Meski secara medis keempat bayi itu sehat, kata Jeffry, bobot masing-masing masih di bawah 1 kg alias prematur. Karenanya keempatnya kini menjalani perawatan di inkubator.

Data yang diperoleh Warta Kota, bobot teringan bayi yang belum diberi nama tersebut 1,29 kg. Sedangkan bobot bayi terberat hanya 1,7 kg. "Normalnya kan di atas 2 kg, jadi masih perlu perawatan khusus," kata Jeffry. Hingga kemarin, keempat bayi tersebut masih dirawat di ruang NICU (Neonatal Intensive Care Unit) kamar Teratai RS Efarina Etaham.

Delapan tahun

Kelahiran empat bayi sekaligus itu membawa kebahagian bagi keluarga besar pasangan dokter Didit-Vita. Kerabat mereka dari Solo dan Bandung juga sudah datang menjenguk. "Alhamdulillah, ternyata kelahirannya pun lancar. Jelas senang sekali. Ini usaha maksimal kami selama delapan tahun," kata Didit Widagdo mengungkapkan perasaannya, kemarin.

Mereka bahagia karena tak semua pasangan yang menempuh program bayi tabung bisa berhasil. Didit menyebutkan, tingkat keberhasilan program bayi tabung di Indonesia hanya sekitar 30 persen. Dia mencontohkan, dari 12 pasangan yang mengikuti program bayi tabung seangkatan mereka, hanya tiga yang berhasil. "Yang kembar empat cuma kami, dua lainnya masing-masing satu," katanya.

Banyak jalan yang telah ditempuh pasangan ini untuk mendapatkan keturunan. Program bayi tabung dipilih pasangan itu setelah mereka menjalani tiga kali inseminasi. Ketiganya gagal. Padahal berdasarkan pemeriksaan, kesehatan reproduksi keduanya normal.

Atas saran seorang dokter, mereka mendatangi Klinik Aster, Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung, kira-kira setahun lalu. Setelah berembuk secara matang, akhirnya mereka memutuskan mengikuti program bayi tabung itu.

Rp 50 juta

Program bayi tabung ini sudah ada di beberapa rumah sakit milik pemerintah, baik di Jakarta, Bandung, maupun Surabaya. Di Bandung, kata Didit, biaya untuk mengikuti program bayi tabung saat itu sekitar Rp 50 juta. Dana sebesar itu dibutuhkan mulai dari konseling hingga proses penanaman embrio. "Berhasil nggak berhasil ya ongkosnya segitu. Kalau ternyata gagal di tengah jalan, ya harus mulai dari awal lagi kalau memang masih berminat," katanya.

Secara medis, sel telur dan sperma diambil sesuai kebutuhan. Proses pembuahan dilakukan di luar rahim. Embrio yang terbaguslah yang kemudian dipilih untuk ditanamkan ke rahim sang ibu. Soal berapa embrio yang hendak ditanam, kata Didit, dilakukan sesuai perjanjian. Biasanya, empat embrio saja belum tentu bertahan. "Karenanya kami kaget campur senang sewaktu tahu keempatnya ternyata berhasil," katanya.

Sama saja

Dokter ginekologi dr H Abdul Radjak SpOg menganggap peristiwa bayi tabung kembar empat adalah normal. "Kemungkinan bayi tabung kembar 2, 3, atau 4 itu mungkin saja, sama seperti kandungan natural," ujarnya saat dihubungi semalam. Ia mengatakan, prinsip pembuahan bayi tabung dan pembuahan kehamilan normal sama saja. Yang membedakannya hanya pertemuan sperma dan sel telur terjadi di luar rahim.

Dokter di RS MH Thamrin ini menjelaskan, anak kembar bisa terjadi akibat pembelahan sel telur secara individual. "Saya kurang tahu rasio kembar 4, kalau tidak salah, 1 banding 1 juta kelahiran. Nah kalau bayi tabung kan baru sekitar ribuan kali dilakukan di Indonesia, jadi kembar empat bayi tabung sangat jarang," tambahnya.

antara.co.id

Read More..

Bookmark this post with:
 Digg  Digg  Del.icio.us  Technorati  Reddit  YahooMyWeb  SlashDot  Furl  BlinkList  Netscape  Ma.gnolia  Netvouz